Sabtu, 11 Juli 2015

[074] Al Muddatstsir Ayat 007

««•»»
Surah Al Muddatstsir 7

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ
««•»»
walirabbika faishbir
««•»»
Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.
««•»»
and be patient for the sake of your Lord.
««•»»

Ayat ini memerintahkan supaya Nabi Muhammad SAW bersikap sabar, karena dalam berbuat taat itu pasti banyak rintangan dan cobaan yang dihadapi. Apalagi ketika berjihad hendak menyampaikan risalah Islamiyah. Sabar dalam ayat ini juga berarti tabah menderita karena disiksa atau disakiti karena apa yang disampaikan itu tidak disenangi orang. Bagi seorang dai ayat ini berarti bahwa ia dapat menahan diri dan menekan perasaan ketika misinya tidak diterima orang, ketika kebenaran yang diserukannya tidak dipedulikan orang. Janganlah putus asa, sebab tiada perjuangan yang berhasil tanpa pengorbanan. sebagaimana perjuangan yang telah dialami para Nabi dan Rasul.

Ada beberapa bentuk sabar yang ditafsirkan dari ayat di atas, misalnya:

Sabar dalam melakukan perbuatan taat, sehingga tekun tidak dihinggapi kebosanan; sabar menjauhkan diri dari perbuatan maksiat, menghadapi musuh, sabar ketika menghadapi cobaan dan ketetapan (qadar) Allah, dan sabar menghadapi kemewahan hidup di dunia.

Dengan sikap sabar dan tabah itulah sesuatu perjuangan dijamin akan berhasil, seperti yang diperlihatkan oleh junjungan kita Muhammad SAW.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan kepada Rabbmu bersabarlah) di dalam melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
««•»»
and endure patiently for the sake of your Lord, [all His] commands and prohibitions.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Hakim di dalam Kitab Sahih mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. bahwasanya pada suatu hari Walid bin Mughirah datang kepada Nabi saw., lalu Nabi saw. membacakan kepadanya Alquran. Seolah-olah Walid luluh hatinya mendengar bacaan itu.

Hal ini terdengar oleh Abu Jahal, maka dengan segera Abu Jahal mendatangi Walid dan langsung berkata kepadanya, "Hai paman! Sesungguhnya kaummu bermaksud menghimpun harta atau dana untuk kamu berikan kepada Muhammad dan sesungguhnya kamu telah mendatangi Muhammad untuk menawarkannya." Walid menjawab, "Sesungguhnya orang-orang Quraisy telah mengetahui, bahwa aku adalah orang yang paling banyak hartanya di antara mereka." Abu Jahal berkata, "Kalau begitu, katakanlah sehubungan dengan Muhammad ini, suatu perkataan yang sampai kepada kaummu, bahwasanya kamu benar-benar ingkar kepadanya dan bahwa kamu benci kepadanya."

Walid menjawab, "Apakah yang harus kukatakan, demi Allah tiada seorang pun di antara kalian yang lebih mengetahui tentang syair selain aku dan tidak pula tentang rajaz dan tidak pula tentang qashidah selain dari aku dan tidak pula tentang syair-syair jin. Demi Allah apa yang telah dikatakannya itu tiada sedikit pun kemiripannya dengan hal-hal tersebut. Demi Allah! Sesungguhnya di dalam perkataannya itu benar-benar terkandung keindahan yang memukau dan sesungguhnya apa yang dia katakan itu bercahaya pada bagian atas dan bagian bawahnya sangat cemerlang. Sesungguhnya apa yang dia katakan itu (yakni Alquran) benar-benar tinggi dan tiada sesuatu pun yang lebih tinggi daripadanya. Sesungguhnya apa yang dia katakan itu benar-benar dapat menghancurkan apa yang ada di bawahnya."

Abu Jahal mengatakan, "Kaummu pasti tidak akan senang kepadamu sebelum kamu mengatakan hal-hal yang dibuat-buat mengenai dia." Walid berkata, "Kalau begitu, biarlah aku berpikir barang sejenak." Setelah ia berpikir lalu berkata, "Ya, Alquran ini adalah sihir yang ia pelajari dari orang lain." Maka turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya "Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian."
(Q.S. Al Muddatstsir, 11)

Sanad hadis ini berpredikat sahih sesuai dengan syarat Imam Bukhari, artinya disebutkan di dalam kitab sahihnya. Imam Ibnu Jarir dan Imam Ibnu Abu Hatim, keduanya mengetengahkan pula hadis yang serupa, hanya hadis yang diriwayatkannya ini melalui jalur-jalur periwayatan yang lain.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of56
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://al-quran.info/#74:7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar