Selasa, 25 Agustus 2015

[074] Al Muddatstsir Ayat 019

««•»»
[074] Al Muddatstsir Ayat 019
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 18][AYAT 20]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
19of56
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=74&tAyahNo=19&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#74:19

[074] Al Muddatstsir Ayat 018

««•»»
Surah Al Muddatstsir 18

إِنَّهُ فَكَّرَ وَقَدَّرَ
««•»»
innahu fakkara waqaddara
««•»»
Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),
««•»»
Indeed he reflected and decided.
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa sesungguhnya Al Walid memikirkan dan memahami wahyu Allah yang telah didengarnya. Tetapi dia berusaha pula hendak menyusun kata-kata sendiri dengan maksud hendak mencela apa yang ada dalam Alquran. Dia mereka-reka pula perkataan-perkataan lain yang bersifat menentang Alquran, sehingga orang Quraisy merasa senang dengannya, merasa cocok keinginan mereka dengan Al-Walid.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya dia telah memikirkan) tentang apa yang dikatakannya mengenai Al Quran yang ia dengar dari Nabi saw. (dan menetapkan) di dalam dirinya hal tersebut.
««•»»
Indeed he pondered, what to say about the Qur’ān which he heard from the Prophet (s), and decided, this, in his mind.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 17][AYAT 19]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of56
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=74&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#74:18

[074] Al Muddatstsir Ayat 017

««•»»
Surah Al Muddatstsir 17

سَأُرْهِقُهُ صَعُودًا
««•»»
saurhiquhu sha'uudaan
««•»»
Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan.
««•»»
Soon I will overwhelm him with hardship.
««•»»

Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia akan memikulkan kepada Al Walid pendakian yang memayahkan. Tegasnya Tuhan melemparkan dia ke dalam neraka yang sangat dahsyat yang tiada sanggup ia menahan sakitnya. Diibaratkan Allah bahwa kesukaran yang kelak dirasakan pada Hari Kiamat diserupakan pendaki gunung yang disuruh memikul beban yang berat.

Dalam sebuah hadis, diriwayatkan bahwa arti Sa'ud (pendakian) dalam ayat ini adalah sebagai berikut:

هو جبل من نار يتصعد فيه الكافر سبعين خريفا ثم يهوي به كذلك فيه أبدا
"Sa'ud itu adalah suatu gunung di neraka yang harus didaki oleh orang-orang kafir selama 70 tahun dan kemudian mereka (yang mendakinya) jatuh lagi ke bawah. Begitulah berulang-ulang buat selama-lamanya".
(HR. Al Bagawi)

Ada yang mengartikan sa'ud itu suatu azab yang kalau sudah menimpa seseorang, tidak akan pernah berhenti.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Aku akan membebaninya) Aku akan memberatinya (mendaki pendakian yang memayahkan) yaitu kepayahan karena azab; atau gunung api yang dia daki, kemudian dia jatuh, demikianlah untuk selama-lamanya.
««•»»
[Soon] I shall burden him with a trying chastisement; alternatively [sa‘ūdan means] a mountain of fire which he will be made to ascend and then fall down from, forever.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 16][AYAT 18]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
17of56
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=74&tAyahNo=17&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#74:17

Sabtu, 11 Juli 2015

[074] Al Muddatstsir Ayat 016

««•»»
Surah Al Muddatstsir 16

كَلَّا إِنَّهُ كَانَ لِآيَاتِنَا عَنِيدًا
««•»»
kallaa innahu kaana li-aayaatinaa 'aniidaan
««•»»
Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (Al Quraan).
««•»»
No indeed! He is an obstinate opponent of Our signs.
««•»»

Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa sikap Al Walid itu tidak akan menambah apa yang diinginkannya, karena sesungguhnya ia menentang ayat-ayat-Nya. Tegasnya Allah sekali-kali tidak akan mengabulkan kehendak Al Walid. Bahkan menurut riwayat semenjak turunnya pernyataan Allah ini harta dan kekayaan-Nya semakin berkurang. Anak pun begitu, meninggal satu persatu sehingga habis semua. Akhirnya Al Walid tinggal sebatang kara.

Al Walid selalu menunjukkan sikap menentang keterangan-keterangan yang disampaikan Nabi Muhammad SAW, berupa dalil-dalil tentang keesaan Allah, kekuasaan-Nya, penjelasan tentang adanya hari berbangkit, keterangan tentang risalah dan nubuat yang beliau bawa dan lain-lain. Al Walid menentang dengan keras wahyu Allah yang diturunkan-Nya melalui Muhammad SAW. Karena itu ia berusaha pula hendak berbicara meniru gaya Alquran. Dia menganggap kalau Allah hendak mengutus juga seorang Rasul di kalangan bangsa Arab, maka tiada yang lebih pantas untuk menerima tugas suci itu melainkan dia sendiri. Begitulah kesombongan dan sikap keras kepala menghilangkan segala kesenangan duniawinya.

Segi lain yang kita ambil dari ayat ini adalah keingkaran Al Walid terhadap Allah dikategorikan kafir `inad, maksudnya dia tahu betul dan mengakui dengan hati kecilnya bahwa apa yang disampaikan Nabi Muhammad adalah benar, namun lidah (ucapan) tetap mengingkarinya. Inilah jenis kekafiran yang paling kotor dan keji. Kafir seperti banyak terdapat pada masa sekarang. Hati kecil mengakui ajaran agama itu benar dan menguntungkan, namun lidahnya tetap menentang karena berbagai faktor.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sekali-kali tidak) Aku tidak akan memberikan tambahan lagi kepadanya selain dari hal tersebut (karena sesungguhnya dia terhadap ayat-ayat Kami) yakni terhadap Alquran (selalu menentang) selalu melawan dan ingkar.
««•»»
Nay!, I shall not give him more than that. He is indeed stubborn to Our signs, [to] the Qur’ān.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 15][AYAT 17]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
16of56
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=74&tAyahNo=16&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#74:16

[074] Al Muddatstsir Ayat 015

««•»»
Surah Al Muddatstsir 15

ثُمَّ يَطْمَعُ أَنْ أَزِيدَ
««•»»
tsumma yathma'u an aziida
««•»»
Kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya.
««•»»
Still he is eager that I should give him more.
««•»»

Ayat ini menyatakan bahwa Al Walid ingin sekali supaya Allah menambah kekayaannya, biarpun sudah demikian kaya dalam segala-galanya, namun dia (Al Walid) masih mengharapkan tambahan dari apa yang sudah ada. Begitulah watak manusia yang tak kenal puas, tak pernah terbatas angan-angan dan keinginannya. Watak ini akan muncul selalu sepanjang zaman.

Rasulullah SAW telah memperingatkan dalam sabdanya yang berbunyi:
لو كان لابن آدم واديان من ذهب لتمنى لهما ثالثا
Andaikata anak Adam (manusia) itu mempunyai dua lembah yang penuh berisi emas, pastilah dia menginginkan yang ketiganya".

Rasulullah bersabda:
منهومان لا يشبعان طالب علم وطالب مال
"Dua orang yang banyak menuntut, makan yang tidak pernah kenyang (yakni) penuntut ilmu dan pencari harta benda"
(H.R. Darimi)

Kesombongan Al Walid memang keterlaluan sekali. Pernah ia melontarkan ucapan:
إن كان محمد صادقا فما خلقت الجنة إلا لي
"Kalau memang Muhammad itu seorang yang benar, tentulah surga itu tidak diciptakan melainkan untuk saya".

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahkannya.)
««•»»
Still he is eager that I should give [him] more.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 14][AYAT 16]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of56
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=74&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#74:15

[074] Al Muddatstsir Ayat 014

««•»»
Surah Al Muddatstsir 14

وَمَهَّدْتُ لَهُ تَمْهِيدًا
««•»»
wamahhadtu lahu tamhiidaan
««•»»
Dan Ku lapangkan baginya (rezki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya,
««•»»
and facilitated [all matters] for him.
««•»»

Ayat ini mengutarakan bahwa Allah mencurahkan sebanyak-banyaknya rezeki kepadanya, berupa harta,anak dan umur panjang. Ditambah lagi karunia berupa kedudukan yang tinggi di kalangan Quraisy, sehingga mendapat gelar terhormat sebagai "Raihanah Quraisy". Seharusnya Al Walid bersyukur kepada Allah dengan segenap nikmat dan kesenangan yang diterimanya, akan tetapi justru sebaliknya dia berpaling dari kebenaran dan bersikap keras kepala.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Kulapangkan) Kuluaskan (baginya) kehidupan, umurnya dan anak-anak yang dimilikinya (dengan selapang-lapangnya.)
««•»»
and facilitated, extended, for him greatly, [his] livelihood, duration of life and children.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 13][AYAT 15]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
14of56
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=74&tAyahNo=14&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#74:14

[074] Al Muddatstsir Ayat 013

««•»»
Surah Al Muddatstsir 13

وَبَنِينَ شُهُودًا
««•»»
wabaniina syuhuudaan
««•»»
Dan anak-anak yang selalu bersama dia,
««•»»
and [gave him] sons to be at his side,
««•»»

Ayat ini mengungkapkan Allah-pun menganugerahkan kepada hartawan dan bangsawan Quraisy ini putra yang selalu ikut serta bersama dia. Sebab dia orang kaya dan tidak memerlukan bantuan orang lain mengurus anaknya, maka anaknya tidak perlu mengembara ke negeri lain untuk mencari rezeki karena semuanya harus berdekatan dengan ayahnya sendiri. Ada pula yang mengartikan bahwa anak-anak Al Walid selalu mendampinginya apabila orang tua itu menghadiri pertemuan atau perayaan-perayaan, sehingga menimbulkan kesan akan kebesaran dan kemuliaannya. Putra-putra yang dibanggakan itu ada 7 orang (Al Walid, Khalid, Hisyam, As. Qais dan Abdussyam). Tiga orang di antaranya (Khalid, Hisyam dan Imarah) telah masuk Islam, memenuhi seruan Nabi.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan anak-anak) yang jumlahnya sepuluh orang atau lebih (yang selalu bersama dia) di kala menyaksikan perayaan-perayaan dan kamu pun mendengar tentang persaksian mereka itu.
««•»»
and sons, ten or more, present [by his side], present at social gatherings and whose testimonies are listened to,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 12][AYAT 14]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
13of56
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=74&tAyahNo=13&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#74:13